Tampilkan postingan dengan label leaves and snow :). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label leaves and snow :). Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Januari 2024

Huh?

Sometimes I wonder... This is it, isn't it? I wonder if he's genuinely happy to be with me.. I mean look at that face. The eyes, the smile, the laughter. Look at those efforts. Look how he put up with all my craziness and insecurity! Hahahaha. Sometimes I wonder if he is really happy, but the way he stick around me after all that. Maybe, it is true that he loves me. More than anyone anticipated, ever.

Because at first, I thought it just a fling. Cute, fresh, and forgetful. But, no. It got serious after that.

The way he laughed at my joke. I mean it's not that funny! But I like his laughter. I bet he likes my laughter too.

The way his eyes spark when something looks interesting. Or excited telling me story even when I don't really understand it.

The way he captured things through photos. He sneakily snap some photos of me. With my hair look like crap, or looking serious at my phone. Lol.

The way he surprised me by buying me stuff. It. is. cute. So. damn. cute. Like....how can you come up with that?? Hahaha.

Well, maybe it's my insecurity. But I guess, I write it so I can read it when I forget how he loves me.

Kamis, 28 September 2023

Walk the talk

Percayalah sama perilaku orang. Kayaknya itu prinsip yang paling bener buat dipegang saat dewasa. Apalagi makin dewasa, kita ketemu sama banyak banget tipe orang. Ada yang banyak omong, banyak berbuat. Jarang ngomong, banyak berbuat. Banyak ngomong, jarang berbuat. Dan tentunya, ada juga yang jarang dua-duanya. Hehehe.

Makin dewasa, kita harus makin pinter nge-filter pergaulan dan social circle. Apalagi soal pasangan. Setelah kuliah, pertemanan pasti rasanya makin kecil. Kita jadi nyadar mana yang berteman sama kita hanya karena ketemu tiap hari. Tapi jadi nyadar juga mana yang sebenarnya se-visi dan di level yang cocok sama kita. Pas kerja juga akan makin ke-filter. Mana yang bisa dipercaya, mana yang enggak.

Sebagai introvert dengan energi bergaul yang terbatas, cuma orang-orang prioritas lah yang dapat perhatian dari aku tiap hari. Beruntung sih rasanya, masih bisa maintain intimate circle pertemanan dari SMP-kuliah, begitu juga circle-circle yang nggak sengaja kebikin waktu udah dewasa. Bahkan kadang kalau lagi capek banget kerja, aku juga enggak chatty banget ke mereka. Tapi ya mereka paham.

Meskipun gitu, prinsip percaya sama apa yang dilakukan orang tuh paling akurat. Apakah seseorang itu tulus, apakah sesayang itu, apakah sepeduli itu. Semua bisa kelihatan seiring berjalannya waktu. Janji-janji yang diucapkan itu, nggak bisa dipegang walau ditulis pakai materaipun.

Orang yang sayang dan peduli itu bakal kerasa selalu ada. Kita nggak akan merasa sendirian. Walaupun kadang kita ga bisa jabarin betapa lelahnya, tapi somehow, orang yang sayang sama kita itu paham. "Tau kok, kamu lg xxx kan?" padahal akunya nggak ngomong apa-apa loh. Kayak bisa tahu aja dari ekspresi kali ya? Atau mungkin intonasi ngomong, cara ngetik chat. Hahaha.

Sahabat, pasangan, keluarga. Masing-masing pasti punya kesibukan sendiri. Pasti ada harinya mereka juga capek sama sesuatu. Tapi mereka pasti akan pulang ke 'rumah' yang kita bangun bareng-bareng.  Walaupun untuk diem menyendiri dulu. Tapi mereka pasti pulang ke rumah tiap hari!

Kata quote-quote mah orang yang sayang sama lo, nggak akan bikin lo bingung. Kalau lo bingung, berarti dia ga sesayang itu. Menurutku, kita pasti ngerasa kok. Apakah ini orang nyaman sama kita, sayang sama kita, care bener-bener sama kita, percaya sama kita? Semua kelihatan dari perilakunya. Bukan cuma datang pas butuh, terus hilang berbulan-bulan. Namanya hubungan, ya dua arah. Bukan satu arah. Kalau cuma satu arah, namanya monolog. Hahahaha.

Kadang kita emang harus step back a little bit. Just to make sure. Kalau agak jauh, kita bisa melihat dengan angle yang berbeda. Kayak gimana sebenarnya hubungan yang kita punya. Karena, yah, masih ada aja orang yang berimajinasi tentang sebuah hubungan yg dia jalani. Padahal aslinya nggak kayak gitu lho. Tapi dia mereka-reka adegan semau dia sendiri. Bahkan berimajinasi bahwa partnernya tuh sempurna gini gitu, padahal aslinya jauuuh dari itu. Lihat aja tuh seberapa banyak timnya Tom kalau nonton 500 Days of Summer! Hmmmmpft.

Anyway, I am glad I have my own wolfpack. I am lucky to have all those people love me this much <3 I am glad I have him, them, them, and them. It means the world to me.

Kamis, 07 April 2016

This is how we respond "one for lifetime" thing

"jadi, aku pernah cerita ke Dean kalau aku pagi itu mimpi buruk. terus aku cerita ke dia kalau aku mimpi dideketin orang, terus rasanya seneng banget. terus Dean tanya kenapa aku bilang itu mimpi buruk. aku bilang ke dia kalau pas aku bangun, aku sedih banget, karena nyadar hal kayak gitu ga bakal kejadian lagi. aku ga bakal dideketin sama orang lagi, ga bakal suka-sukaan ga jelas lagi sama orang."

dan dia cuma merespon dengan "unyu kan?" sambil senyum dan megang helm yang mau dipasangin ke kepalaku.

geez. he turned my world upside down, like he usually does.

Jumat, 05 Februari 2016

SATUFISIP bagiku

Sudah beberapa hari setelah aku menseriusi kawan perjuangan untuk bersedia menemaninya mengurus persiapan kontingen #SATUFISIP. Ada yang heran aku menjawab tanpa berpikir panjang, ada yang bertanya mengapa. Berbeda dengan beberapa orang yang mulai gamang dengan kompetisi ini, bahwa kita sudah cukup dengan prestasi 3 besar di setiap lomba tiap tahunnya, aku berpikir bahwa bagi beberapa orang aktualisasi diri di tingkat ini masih merasa akan membanggakan. Dan mengapa harus mengecewakan mereka?

14 Februari 2015. 20.22

itu secuplik tulisan yang aku buat di salah satu file yang memang aku niatkan untuk jadi cerita tentang masa bakti terakhirku di BEM FISIP. Tidak terasa, ternyata pembicaraan itu sudah mulai di bulan Februari, ya. Masih ingat dalam rapat itu, si orang gondrong itu ditanya sama yang lain, 
"Dat, jadi gimana, lo siap ga jadi koordinator persiapan SATUFISIP? terus ambil wakil ga?"
"hmm iya yaudah lah........................nah buat wakil, gue pikir-pikir, gue mau ambil Eno aja, kan dia juga koorbid yang ngebawahin keilmuan, jadi ya ntar kerjaannya gitu-gitu dah"
yang lain menengokku, dan bertanya bagaimana pendapatku
"ooh.. yaudah oke."
"Bodat mikir jadi koor aja lama banget ya, ini Enok main iya iya aja kayak ga pake mikir" kata Bestari

*memang banyak ga akuratnya, tapi intinya gitu :")
hahaha, aku merasa tidak punya pilihan lain, sejujurnya. Toh apapun yang terjadi, persiapan FISIP menuju OIM juga ada dibawah pengawasanku, jadi ya, kerjakan saja.

berhari-hari berusaha mencari tahu lebih tentang apa itu SATUFISIP, bagaimana sejarahnya, bagaimana cara kerjanya, apa hambatannya, apa kekurangannya, apa yang harus diperbaiki, apa, apa, apa, bagaimana, bagaimana, dan bagaimana. Kaget, tentu, tapi juga semangat akan hal baru.

Sampai akhirnya kita dilengkapi dengan 3 ketua kontingen, 1 wakil ketua kontingen, dan 3 kepanitiaan persiapan.

nama grup line kita "malaikat FISIP". Cocok sama kalian, yang sabarnya ga ketolong, kayak ga pernah sakit hati. Jarang marah, ga deng, marah sering tapi cuma sama panitia dan departemen BEM UI yang mengadakan kompetisi ini :")).

Hambatan pertamaku adalah betapa susahnya menyamakan frekuensi sama Bodat, karena sebeda itu ritme kerja dan cara mikir kita. Masih inget banget, aku ngobrol sama Tya (wakadep Bodat tahun lalu) biar paham kalau kerja sama Bodat harus gimana :". Masih inget banget udah ga semangat karena merasa ga jelas di SATUFISIP karena udah dihandle sama Bodat dan Azka buat urusan administratif dan keuangan (dan emang kerjaan belum banyak di masa itu sih). Kalau diingat-ingat sekarang, cuma mau ketawain diri sendiri.

Melihat perjuangan kontingen itu moodbooster. Melihat mereka latihan rutin, melihat mereka rame kasih semangat satu sama lain di grup kontingen. Kalau sudah begitu, rasanya diri sendiri belum melakukan apa-apa buat mereka, buat setidaknya bikin mereka merasa sendirian, pun buat FISIPnya. Apalagi saat jadi salah satu admin akun LINE SATUFISIP, makin-makin bahagia kalau banyak yang tanya soal jadwal dan tempat.

Masih inget gak, dulu kita disuruh maju buat kenalan di acara PSAK hari kedua? Semua yang ga biasa ngomong di depan, tahu-tahu harus ngomong dan jelasin apa itu SATUFISIP, Olim, OIM, UI Art War. Semuanya grogi, mana habis itu mimpin parade maba? Hahaha.

Tapi ada kumpulan orang yang harus banget dimakasihin, karena mereka yang sebener-benernya nyiapin kontingen dari yang kecil-kecil sampe gede-gede. nyiapin jadwal latihan, nyiapin konsum latihan, nyiapin konsum pertandingan, nemenin dari latihan sampe tanding, ngurusin administrasi buat dikumpulin, nyari duit biar semua bisa jalan, dokumin latihan, bikinin publikasi sepanjang pra sampe pasca kompetisi. Ya Allah kalau bukan karena anak-anak tulus FISIP Juara, FISIP Goes To OIM, dan FISIP for UIAW, kontingen mungkin ga akan berjuang segininya sampe 3 piala juara umum di FISIP. Makasih ya :).

personally, aku bakal makasih banget sama anggota Malaikat FISIP. Makasih buat Bodat, gue gatau mau ngomong apa LOL, hmmmm makasih deh buat setahun atas ketololan, kesialan, ke-ngga-punya-duit-an, ketiduran, kekhilafan, ke-seenak-jidat-an, ke-ngga-paham-lo-ngapain-an, kebersamaan, ke-saling-lengkapin-satu-sama-lain-an, dan hal baik lain yang malah ga kepikir pas nulis. LOL. Makasih buat Defi yang kalem, sabar banget, yang kalau aku bilang "iya kmrn di kos aja soalnya sakit" terus dijawab "lah sakit lagi?" sampe bosen ya Def? :")), yang kalau ketemu "kak, napa sih kurus banget" aku jg mau bilang "Def, elah napa sih cantik banget" :(, kegercepan menghadapi Rangga dan Diky wkwk, yang kritis kalau nemenin kontingen latihan, rajin ngobrakin anak OIM Quiz garagara suka molor wkwk. Makasih banyak ya, Def. Makasih buat Ferdi yang ngeselin abis, suka usil, suka bikin ga paham ngapain sih kok ada orang begini yak, yang kalau suruh speech pasti langsung lempar ke Defi hahaha, temenku yang senasib dan setia bilang "kan cuma wakil" :)). Makasih banyak ya, Fer. Makasih buat artis Jakarta, Dania, yang selalu ngeramein grup, ngakunya sabar tapi kalau udah ketemu panitia rasanya kayak cabe mau diuleg, yang kalau ngirim chat emotenya banyak dan panjang kek :"""""""""") gini, yang pas RPP grogi berat kayak lagi dilamar orang, yang sakit pas takor mati lampu dan UIAW udah jalan. Makasih banyak ya, Dan. Makasih buat Facil, yang cool abis di saat semua cewek2 di grup rame, yang ga pernah ngeluh, kalau ditanya semua udah beres, yang rendah hati banget dan selalu bilang "pialanya punya Depor", yang rumahnya jauh jadi kudu nginep kos orang, yang paling jarang tai-taiin panitia (jarang, bukan ga pernah LOL). Makasih banyak ya, Cil. Makasih buat Azka, yang paaaaliiiing sabar ngurusin duit, muter otak duit mana dipake buat bayar polo, bikin TOR biar duit cepet turun, temen klop buat berkonspirasi ngurusin kecil-kecil yang ga kepegang sama Bodat, temen curhat, temen ngomongin orang. Makasi banyak ya, Zka. Makasih buat Nanda, yang paling sabar ngurusin printilan bon-bon an, ngurusin list nama yang suka ga jelas kenapa jumlah kontingen segini tapi namanya segitu, yang sabar hubungan sama bendahara-bendahara panitia persiapan dan nungguin harap harap cemas, yang mau berdamai denganku buat SATUFISIP. Makasih banyak ya, Nan.

Aku sadar betul, aku bukan orang yang paling banyak bekerja dan berkorban di sini. Aku cuma remah-remah pelengkap yang ga setiap saat hadir di presentasi, penampilan, dan pertandingan. Aku cuma berusaha mensyukuri kehadiran kalian. Aku jujur tak menyangka akan bahagia, sebegininya di akhir tahun ini. Lagi-lagi terima kasih sudah membuat penutup manis di tahun terakhirku.

Foto pertama kali bareng ber-enam. Habis parade tengah malem
menyambut kemenangan FISIP di Olim UI. Pertama kalinya piala-
piala juara Umum bersebelahan.
selamat ya, sayang-sayang, treblenya. Alhamdulillah ga ada yang harus iri, semuanya dapet piala juara umum, semuanya akur saling menyayangi :"))

Foto ber-enam lagi di Malam Apresiasi SATUFISIP dan Fisipresiasi. Oiya, itu
(dari kiri ke kanan) Enok, Facil, Defi, Dania, Ferdi, Bodat.
Dan sekarang semuanya sudah ditutup dengan rapi, baik, dan manis. Piala-piala juara umum sudah bersanding bersebelahan untuk setahun ke depan di rumah kita bersama. Kita sudah sama-sama bilang terima kasih kepada semua pihak di FISIPRESIASI kemarin. Jadi, habis ini pada mau ngapain?

Kamis, 22 Oktober 2015

terpaksa atau memilih

waktu itu aku pernah bilang pada temanku, "ga tau ya, tapi aku pernah patah hati sekali, jadi menurutku kalau itu terjadi lagi..I know I will survive it too."

dan aku mau pegang kata-kata itu. biar aku ga takut sendirian. biar aku ga mempertahankan hubungan hanya karena aku ga mau ngerasain pahitnya sakit hati. karena terpaksa mempertahankan. terpaksa berarti tak punya pilihan.


aku mau mempertahankan karena aku memilih untuk mempertahankan, meskipun punya pilihan yang lain. karena pantas dipertahankan.

Kamis, 17 September 2015

Surprised.

until today, I still am surprised that you could leave me that way.

if only I knew that you would leave that way, I would be prepared. I would...perhaps write about you much. I would....perhaps take many photographs of you.
perhaps.


perhaps I would not have too much of anything with/about/of you. ah. it would be easier that way.

Jumat, 27 Februari 2015

tentang kesalahan

pada akhirnya saya belajar mengenai kesalahan, kemudian membaginya menjadi dua jenis kesalahan dalam hidup. saya membaginya menjadi dua jenis, kesalahan umum dan kesalahan yang belum tentu.

kesalahan umum adalah kesalahan yang sudah sering dilakukan orang. kita tidak perlu melakukannya sendiri hanya untuk tahu kalau itu sebuah kesalahan. contohnya banyak, bolos misalnya. kita tahu kita akan rugi dengan meninggalkan kelas. kita tahu ketika ketinggalan materi adalah konsekuensi kesalahan membolos. kita tahu, tanpa harus melakukan.

kesalahan yang belum tentu adalah kesalahan yang harus dilakukan sendiri, hingga kita menyadari bahwa kesalahan itu adalah sebuah kesalahan. kita melakukan tanpa intensi melakukan kesalahan. kita hanya melakukannya. kitapun tak tahu apa yang akan terjadi setelahnya, apakah ini akan mengantarkan kita pada hal yang menyenangkan atau menyedihkan. kita bertaruh padanya. dan kita akan belajar padanya. kesalahan inilah yang mengantarkan kita ke arah yang lebih dewasa. kesalahan ini mungkin kita sesali di awalnya, tetapi tanpa kesalahan ini, kita justru tidak berkembang, tidak belajar, tidak berubah, tidak berusaha memperbaiki diri. kesalahan inilah yang mengajarkan kita tersenyum di akhir cerita karena ia mengantarkan kita ke jalan yang (kita kira?) benar.

dan kamu, adalah kesalahan yang saya syukuri hingga hari ini.

Senin, 12 Januari 2015

biar ga lupa 2014 ngapain aja

Mumpung baru lupa dikit-dikit, segera ditulis apa yang ga boleh dilupain selama 2014

Kalau dirinci, tahun ini mengunjungi beberapa tempat yang belum dijamah sebelumnya. Di bulan Juni, aku dan 7 teman perempuan lainnya, berlibur selama 4 hari ke Singapura. Ini pertama kalinya aku ke luar negeri, dan agak aneh karena ga sama keluarga sendiri. tapi ya seru banget karena sama temen-temen se peer, jadi selera pilihan tempat sama. Di sana keseluruhan eksplor aja, ga belanja-belanja, ngegosip bedanya Indonesia sama Singapura, ngerasain fasilitas publik yang beda banget. Beberapa tempat yang dikunjungi sebenernya berkisar dengan tempat wisata pada umumnya, kayak Jurong Bird Park, Pulau Sentosa, jalan-jalan di Orchard Road, ke Singapore Art Museum, ke Museum Nasional Singapura, dan yang paling hacep.......Henderson Wave Bridge. Fix ini terhacep, rasanya kalau lihat fotonya pengen banget ke sana cuma buat nongkrong di Henderson Wave Bridge malem-malem. Enak banget nongkrong di situ, dingin, tenang, bisa ngelihatin pemandangan Singapura dari ketinggian. Huaaa, kalau kuliah deket situ mau banget ngerjain tugas tiap malem di situ TT__TT. Meskipun emang naiknya penuh perjuangan, karena aku agak takut ketinggian dan harus lewat hutan yang lumayan.......gitu. hww. Tapi kebayar pas udah nyampe di atasnya, rasanya ga mau pulang kalau yang lain ga maksa hehehehe.
Total biaya yang dibutuhin selama trip 4 hari dan tiket pesawat pulang pergi Soekarno Hatta - Changi, aku ngeluarin biaya nyaris 3 juta rupiah. ya emang harus usaha nyari social hostel, cari rute kendaraan umum untuk mencapai tujuan, sampe urunan air minum dan makanan hahaha. Oiya, air minum kemasan di sana lumayan mahal kalau di kurs in, jadi bener-bener harus bawa botol minum untuk nampung sebanyak mungkin air untuk jalan-jalan, jangan dikit-dikit beli. lagian ada air minum gratisan yang ada di tempat publik, yang langsung minum dari keran ituu.
Dan emang karena kita anak komunikasi (FISIP) jadi lumayan banyak ngelihatin aspek-aspek yang lain, macem "kenapa jarang banget yang ngobrol di kereta" atau "di sini batas antri cuma pake garis di lantai, tapi lurus-lurus aja, tanpa tali di pinggiran sepinggang" atau "kenapa bahasa yang dipake ada 4 untuk penanda fasilitas publik". dan dari perjalanan ini bener-bener sadar kenapa orang suka banget traveling, dan beneran belajar banyak dari ngelihat tempat baru. dan ternyata hobi jalan-jalan online pake google earth itu ga ada apa-apanya hahahahaha. SEMANGAT NABUNG!

Pemandangan dari Henderson  Wave Bridge

Gedung Singapore Art Museum, gaya Belanda banget <3 p="">
Salah satu karya yang dipamerin di SAM, waktu itu

nih foto full team! haha di depan Sri Mariamman Temple


kota lain yang baru terjamah tahun 2014 adalah Bandung. perjalanan ke Bandung sebenernya ga menghasilkan banyak cerita, karena cuma nemenin nyokap simposium di Trans Luxury Hotel. ke Bandung kedua kalinya juga cuma nemenin ortu ke nikahan anak temennya. kerasa banget di Bandung beneran dingin euy._. Dan Bandung udah macet gitu, sama aja kayak di Jakarta hmm. terus....orang Bandung ga setampan dan secantik yang suka diceritain.. wahahah yaudah biasa aja gitu...rata-rata aja wkwk. di sini cuma sempet main ke Trans Studio, terus nonton Kahitna di sana.

selain pengalaman travelingnya, yang jelas pengalaman kuliah dan organisasi ga kalah serunya. kuliah makin kayak buruh TV wakakak. kerjaannya bener-bener bikin karya yang bisa ditayangin di TV. penyesalan juga karena ga melakukan yang terbaik, karena berasa belum cukup "panas" buat kerja. selain itu belajar hal baru secara teori juga belum maksimal, masih baca dikit bosen, baca dikit ganti yang lain. huhu sedih.

kalau organisasi jelas belajar banyak banget, setelah terpilih jadi Kadep kenal sama orang baru, belajar membina hubungan yang baik sama orang dengan waktu yang lebih singkat, belajar terbuka :), belajar percaya sama orang, belajar delegasiin kerjaan ke orang lain.. juga belajar hal-hal manajerial untuk bikin acara..

yah rencananya nulisnya lebih rapi, tapi jadinya bener2 curhat wkwk..

to the one who said "thanks a lot for the amazing year"

menyadari bahwa hal ini tidak akan mungkin ditulis hanya dalam beberapa menit, saya memutuskan untuk mulai menulisnya pada 12 Desember 2014, dimana dini hari tadi kami masih melalui malam bersama.

malam akan berganti pagi dan hari akan berlalu. saya menyadari saya hanya bagian kecil dari dunia yang berputar, mempertahankan kebetulan-kebetulan yang kita agungkan. takdir, katanya. pilihan yang saling bertemu, katanya. jika melihat malam berbulan-bulan lalu, dimana saya tidak bisa meramalkan masa depan, saya tidak tahu akan se-bahagia ini. saya tidak menyangka akan ada malam-malam saya terjaga, berpikir lebih banyak dari malam yang lain. saya tidak mengira akan ada malam-malam saya bisa tertidur nyenyak karena tidak lagi khawatir pada hal-hal yang sama lagi.

bahwa bukan hal mudah bagi saya untuk memulai perjalanan panjang tahun ini, dimulai dari keraguan, rasa malu, rasa minder, dan rasa pahit manis lainnya. bahwa bukan hal mudah bagi kawan seperjuangan saya membangun rasa optimis dari puing-puing hati yang telah luluh lantak sebelumnya. bukan hal mudah untuk menjalani semua proses yang berlangsung dari awal perjuangan ini hingga, saat ini, menjalani bentuk perjuangan di level yang baru.

Sebuah Departemen Baru
sebuah kebaruan, sebuah perubahan, bukan hal mudah untuk dilakukan. sebuah kebaruan memerlukan pikiran-pikiran terbuka, kemauan mencari yang lebih dari yang lain, dan tentunya, keberanian untuk gagal di awal. departemen ini baru dibentuk pada tahun 2013, dengan segala darah dan keringat atas kemauan berkorban dan belajar lebih dari yang lain. memilih untuk melanjutkan perjuangan atas sebuah kebaruan, mungkin bodoh, mungkin juga pilihan yang tepat. karena kebaruan atau perubahan adalah ketidakpastian yang paling pasti, kita mungkin akan gagal, atau mungkin bahkan sukses melebihi setiap pandangan negatif yang tertuju pada kita.

akan selalu ada orang di luar sana yang memandang skeptis atas hal yang kita lakukan, atas pilihan yang diambil. bukan, mereka bukan penghalang. mereka adalah orang-orang kreatif yang, dengan sinis, memberikan pandangan berbedanya untuk jadi masukan bagi kita. benar apa kata orang, bahwa terkadang kita perlu berpikir "masa bodoh" karena tidak semua orang pantas memiliki tempat di kehidupan kita.

perjalanan tahun ini dimulai dengan banyak keraguan dan harapan. banyak yang ragu dan takut kami tidak akan mendarat mulus di akhir tahun. banyak yang ragu departemen baru ini hanya akan jadi pelengkap tanpa jadi apa-apa di BEM FISIP UI 2014. segala dinamika naik turun tim dan individu....saya bertanya di akhir-akhir kepengurusan "mengapa orang berpikir kami cukup baik untuk menjalani tahun ini?" dan ia menjawab "karena kalian yang jatuh, tetapi bangun lagi. pergi, tetapi kembali lagi."

masih banyak tugas yang belum terselesaikan tahun ini. masih banyak yang belum menyadari kehadiran kita di sini. masih banyak yang tidak peduli. kesadaran bahwa tugas masih banyak jangan bikin diri sendiri jadi berdiri dan mengangkat kepala dengan sombong.

untuk semua perasaan sedih dan senang yang kita semua rasakan, jangan sampai kita pergi tanpa meninggalkan yang terbaik. jangan sampai kita pergi tanpa membawa hal yang baik untuk diri sendiri.

terima kasih sudah menjadi partner terbaik selama bekerja, menjadi sahabat yang bisa bicara apa saja, menjadi manusia yang peduli. Semoga persahabatan ini tidak berhenti di sini, Deanda Dewindaru.

terima kasih sudah menjadi keluarga yang baik dan memaafkan aku karena tidak cukup sempurna untuk menemani perjalanan kalian, Ahmad Faris D, Amelia Ayang S, Chelsi Diti K, Dina Kusuma N, Eki Oktavia H, Julia Tsara D, Klarissa Evelin, Nafila Mundhi P, Reza Pramadhika F. terima kasih untuk bangunnya setelah jatuh, kesenangan setelah kesedihan, dan kebersamaan tak terhingga. Semoga keluarga ini tidak berhenti di sini.

terima kasih sudah mengajarkan arti kehilangan dan arti mengikhlaskan. aku belajar cukup banyak dari kepergianmu. aku belajar bahwa untuk bertahanpun, seseorang membutuhkan usaha, tetapi aku tak banyak memberikan apresiasi hanya untuk sekedar bertahan. aku belajar bahwa tidak ada hal yang sempurna di dunia. Selamat menempuh perjalanan yang lebih menyenangkan, Atika Nur M.

bagi semua bagian dari FISIP UI yang sudah berlelah-lelah berjuang dan berbahagia bersama, terutama setiap bagian dari BEM FISIP UI 2014, thanks a lot for the amazing year.



Senin, 10 November 2014

ambisius

akhirnya aku paham mengapa ambisius jadi punya makna negatif.. ambisius membuat kita menatap hanya pada satu titik di depan, yang mungkin terletak jauh di depan kita. ambisius membuat kita melupakan titik-titik lain yang juga membentuk benda di sekitar kita. kita lupa untuk hidup sekarang, di saat ini, menikmati rasanya mencapai sebuah titik dan menghargai diri sendiri untuk sudah berada di tempat yang berbeda dari sebelumnya. yang kita tahu, kita masih jauh dari titik utama yang kita inginkan, lupa bahwa titik yang kita tempati sekarang mungkin titik jauh yang dulu kita idam-idamkan. lupa bahwa kita pernah begitu menginginkan titik yang kita tempati sekarang seperti sekarang kita menginginkan titik yang jauh di ujung sana.

mungkin memang perlu untuk berhenti sejenak, menghela nafas dan melihat ke belakang untuk tahu betapa jauhnya sudah melangkah. memberikan badan dan pikiran sejenak istirahat sebagai penghargaan karena sudah bekerja begitu keras selama ini.

apa aku terlalu ambisius? mungkin hanya lupa untuk berbahagia.

Jumat, 17 Oktober 2014

emo/ra-sional

kita hanya manusia yang lahir dengan segala naluri alamiah, yang kemudian ditumbuhkan dan didewasakan dengan dirasionalkan akalnya oleh manusia yang lain. katanya, yang membedakan manusia dengan hewan kan akalnya, jadi yaa...jangan lah hanya berdasar pada naluri alamiah, seperti yang dipunyai hewan.

begitu.

jadi yang berdasarkan pada emosional, naluri, "perasaan gue ga enak", "firasat gue sih la la la", itu seperti hewan yang cuma pakai insting untuk diam di tempat menunggu maksa, atau pergi karena akan ada badai datang.

aku inget di awal tahun ini, ketika harus memilih beberapa hal, seseorang mengatakan, "coba pakai hatimu, karena ga bisa dipungkiri, meskipun kita udah mikir secara rasional, beberapa hal akan tetap terasa benar atau salah di dalam hati"

mungkin iya benar begitu, hati selalu digambarkan sebagai sesuatu yang emosional dan tak berdasar.


memang begitu ya hati seharusnya, Tuhan?

Rabu, 10 September 2014

aku paham bahwa tidak banyak yang...

aku sudah memahami bahwa tidak banyak orang yang mau berkorban untuk orang lain. tidak banyak yang punya kebiasaan untuk berpikir lebih luas dibanding yang lain.

wajar.

tidak banyak yang terbiasa untuk hidup bagi dirinya dan lingkungannya. beberapa orang memilih berdiam diri karena merasa bahwa yang lain sudah cukup mengerjakan segala pekerjaan di lingkungannya. beberapa orang memilih berjalan sendiri, berharap suatu hari akan menemukan orang yang tepat untuk menemani.

aku memahami bahwa menolong orang itu passion. aku mengerti bahwa berkorban dan memikirkan orang lain yang kesusahan itu passion. tidak semua orang suka melakukannya, tidak semua orang dengan suka hati melakukannya. maka dari itu, tidak banyak yang memilih bersusah payah seperti ini.

sindrom-sindrom orang yang mengaku dirinya aktivis, suka ngatain orang lain apatis.

kontribusi tidak bisa dibatasi hanya dalam dimensi organisasi kemahasiswaan. kontribusi bisa jadi bentuk apa saja. belajar dengan baik itu kontribusi. taat aturan itu kontribusi. jangan merasa berkorban paling banyak, kalau yang berusaha "ditolong" tidak pernah merasa dia bermasalah. jangan-jangan kita ini yang cuma membuat-buat masalah? macam iklan-iklan untuk mempromosikan produk, yang sebenarnya kita akan sehat-sehat saja tanpanya.

tidak banyak yang berkorban, mungkin karena tidak paham masalahnya apa. mungkin merasa bahwa dunia sudah baik-baik saja. atau, mungkin bukan dengan cara yang kita promosikan ini, mereka berpikir masalah akan selesai.

bisa saja, kita ini semua egois. beberapa egois untuk berdiam diri. beberapa egois untuk berjalan sendiri. dan beberapa egois untuk berjalan dengan yang lain. karena kita kira, dengan begini kita bisa bahagia.

Rabu, 03 September 2014

belajar

katanya, sepanjang hayat kita akan terus belajar hal baru. kalau sudah berhenti belajar, berarti sudah mati meskipun masih bisa bernafas. pada awalnya, aku tak pernah paham mengapa harus begitu. tidak paham apa lagi yang harus dipelajari ketika sudah lulus sekolah.

memang tidak banyak orang yang mampu terus menerus belajar. ada yang terus melakukan pola yang sama, tidak berubah, karena sudah yakin setengah mati bahwa itu cara hidup yang benar. ada yang berhenti belajar karena merasa dirinya sudah berumur dan sudah cukup pandai. ada pula sebagian orang yang masih terus terkejut setiap harinya, terkagum-kagum karena menemukan hal baru di dunia, meskipun sudah beruban.

akan selalu ada cara belajar bagi yang ingin. tidak dibatasi oleh keterbatasan. buta, tuli, bisu, lumpuh secara fisik mungkin hanya sebagian rintangan bagi seseorang yang masih punya semangat belajar.

bukan orang lain yang membatasi kita. hanya kita yang membiarkan badan melemah dan memberi ruang orang lain membatasi kita. bukan orang lain yang menjatuhkan kita, hanya kita yang membebaskan mereka berbuat buruk pada kita.

it always depends on yourself. karena Tuhan tidak mengubah nasib sebuah kaum tanpa mereka mengusahakan.

Sabtu, 02 Agustus 2014

oops, I am sorry.

I don't know exactly, but perhaps you've ever been in this kind of situation. So it is okay to have your own story and opinion about my story.
It took a long time, for me, to make it right. and, it will be a long story to write, because it is just the beginning. hmm, okay....I will tell you..about him.

I have ever been in the stage of love-life that I called "all the time questioning about: how can people who, in one time, loved each other, and now they grow apart?". Then I moved to the stage of love-life that I called "I understand the story of 5 Centimetres per Second anime and 500 Days of Summer". Then I moved to the stage of love-life that I called "cry everytime I watch You're The Apple of My Eyes". Then I moved to the stage of love-life that I called "I, finally, can stop singing broken heart songs".

And yes, you know how it works when you feel it by yourself. You know how people fall in love. You know why people can't grow up together, even they don't want to. And yes, this is how life goes on. So many thing we didn't want to happen, but it happened anyway. The only thing we have to do is accept it.

blah. I talked too much, eh?

So, I met this guy. Well, he is smart, but there are much more guy who are smarter than him. hahaha. He is not a good-looking-guy, definitely. When I met him, he was fat. Umm, wrong. He was big. And then, he lost some kilograms, successfully.

I tell you, you just know when you fall.

Well, yes, it took years to move on and prepare myself to fall one more time. And this was not easy, I know. I changed a lot. I tried to open myself. I tried to understand myself.

Because he waited patiently. He waited for me through the bad times. The heartbreak time, the love-is-a-made-up-thing time. He was there all the time. He tried to say "hi, you have me" everytime i suffered and felt all alone. I ignored him, most of time. But he stayed.

And they are right that when you wait patiently, it will be sweet, eventually. I trust him. I tell him what I really feel. I tell him when I am afraid of many things around me, that the world is a bad place for me. I tell him when I am wondering of many ideas, that the world can be a better place to stay. I tell him, because I am not afraid anymore. I am not afraid that he will leave me because my life is full of trouble. Because I know he will give me the sweetest smile, not the argument and question that I am not ready to get.

He is not the best man I know. But, we always do it, right? Make a list called "I want a man who..." then we fall for someone who perhaps have only 2 out of 20. Because you just fall. You don't fall for someone because he is the best man in the world. Because you just fall.

it is so cheesy, i know. i am sorry.

sorry for grammatical errors and the 'typo' things.

Rabu, 07 Mei 2014

lalu, apa sudah gembira?

"kalau pekerjaan menjadi sarana perealisasian diri manusia, seharusnya bekerja mesti menggembirakan" -Franz Magnis-Suseno dalam Pemikiran Karl Marx

salah satu kesenangan saat kuliah adalah buku kuliah bisa dikutip seperti ini. bayangin zaman SMA dulu, mau ngutip buku matematika? hah.

have a little faith, dear

seiring umur yang bertambah, cobaan makin banyak, makin banyak juga keputusan yang harus diambil dan dipertanggungjawabkan. akan selalu ada perasaan ragu, pada awalnya, pada masa menjalaninya, pada masa ingin mengakhirinya. mungkin di antara itu juga ada rasa, "yah salah, harusnya dulu begini". saranku, tunggu dulu. mungkin alasan untuk menyesali terlalu cepat dibuat. mungkin sebenarnya ada kejutan baik dari hal menurut kita salah itu. mungkin ia yang mengantarkan kita ke tempat yang justru kita inginkan.

mungkin

tapi

tidak ada salahnya untuk terus percaya kan?

Kamis, 03 April 2014

a well-spent week

jenuh, bosan, sebel. aku harus jalan-jalan! karena punya duit berlebih saat itu, pikirnya mau ke mall aja, ternyata temen yang diajak jalan lagi bokek, jadilah putar arah ke Wisata Kota Tua! naik krl dari stasiun UI ke Jakarta Kota dan jalan -jalan ke museum. Mudeum yang pertama kali dikunjungi --> Museum Sejarah Jakarta, atau yang sering dibilang orang sebagai Museum Fatahillah. Untuk masuk ke museum ini, mahasiswa harus bayar 3000 rupiah per orangnya. Museumnya baru aja dibenerin, jadi kita harus copot alas kaki dan ganti dengan semacam sandal hotel yang mereka sediain. sayang banget semua barang belum tertata rapi dan papan-papan petunjuk belum terpasang, jadinya kita cuma ngelihatin benda-benda tapi gatau itu sejarahnya apa. ada banyak lemari yang besar-besar tapi gatau siapa yang dulunya make, atau dipake untuk nyimpen apaan.

Museum kedua yang kami kunjungi adalah museum wayang! ada bermacam-macam wayang di sana, museumnya juga lumayan menyenangkan arsitekturnya. Biaya masuknya kalau ga salah cuma 3.000, dan bisa lihat wayang dari luar negeri juga. lucu-lucu lah. terus di akhir tur kita ngintip bentar ada pementasan wayang, katanya aslinya 4 jam tapi waktu itu udah mau habis.

Museum ketiga yang kami datangi adalah museum Bank Indonesia, ternyata museum ini termasuk museum baru dan ga ada biaya yang diminta untuk masuk ke sana. ada mini teater yang filmnya tentang sejarah terbentuknya bank di Nusantara dan Indonesia. bagus banget penataan ruangnya.

begitu hari mingguku, bagaimana hari minggumu?

hari senin kuawali dengan agak grogi, hari itu ada janji ketemu sama kadep-wakadep dan staf Entrepreneurship & Leadership Department BEM FE UI 2014. aku dan wakadep, beserta 10 orang staf lengkap, ditambah sama wakoorbid, kak Ipul main ke FE malem itu. menyenangkan bertemu dengan orang-orang baru, bertukar (sedikit) wawasan. kata Irvan, kadep ELD, kita harus bikin grup whatsapp bareng-bareng karena urusan kewirausahaan belum ada kumul-kumpul se UI nya hahaha (semacam sospolnet untuk anak sospol, atau adkesma link untuk anak-anak adkesma).

hari rabu menjadi hari penting untuk lembaga mahasiswa di FISIP, karena untuk pertama kalinya ada Peluncuran Akbar #SATUFISIP, biasanya yang ngadain Peluncuran Akbarnya sendiri-sendiri, skrg semua HM dan lembaga keagamaan bareng-bareng presentasi tentang lembaga masing-masing akan seperti apa di kepengurusan setahun ke depan. seru banget! karena rame banget hahaha.

hari kamis aku isi dengan menghadiri Grand Launching 3 lembaga mahasiswa tingkat UI. beberapa temen BEM ikut hadir karena 'wajib' hadir, sedangkan aku cuma ngisi waktu aja dan kali aja ketemu orang. eh bener, dateng Grand Launching jadi sangat menyenangkan karena bisa ketemu temen-temen lama yang jarang abnget ketemu padahal se-kampus. ketemu Arya, Rifqi, dan Hafizh yang sekarang se-gang Divisi Kajian Kebijakan BK MWA UI UM. ketemu mbak Katri sama Faris yang juga di BK MWA UI UM. haha jadi kayak kumpul ASUI :)).

hari Sabtu malem ada teambuilding BPH BEM FISIP UI 2014, agendanya masak bareng dan makan bareng :)). jadi kalau ada yang nanya "sekretariat BEM lo bisa dipake masak?" iya! bisa banget! hahaha. menunya nasi gorang dengan sosis, telur, dan nugget :9. hari Minggu paginya, kami lanjut ke bundaran HI untuk batuin KPK kampanye "Pilih Yang Jujur", kampanye ini mempersiapkan pemilu tanggal 9 April besok. Pilih Yang Jujur ya!

pelajaran minggu ini adalah jangan diam. diam itu membosankan hahaha. lakuin aja apa yang beda dari biasanya, karena yang biasa itu juga membosankan. ketemu orang baru, ngobrolin hal baru, atau bisa juga ketemu temen lama yang udah lama banget emang ga ketemu, bicarain hal-hal bodoh yang pernah dilakuin bareng, yang penting tau bahwa hal itu bodoh kan? jadi tau hal pintar apa yang bisa dilakuin sekarang.

have a great week, you!

p.s. foto menyusul ye, kabel data lagi ilang hiks

Kamis, 13 Maret 2014

just trying to say "hello"

wah sudah lama ga cerita-cerita di sini.
mau darimana ya?

besok hari terakhir minggu ke-5 kuliah, banyak mata kuliah seru semester ini. jelas seru karena udah nentuin sendiri mau ambil apa-apanya. semester ini lagi gila karena ambil 24 sks atau 8 mata kuliah, yang 3 mata kuliah peminatan penyiaran :'3, yang 3 mata kuliah wajib jurusan, yang 2 lagi ngambil mata kulah prodi lain yang.........gilak. kebanyakan temen-temen ambil 21 sks, tapi kalau aku ambil 21 sks sekarang berarti semester depan yang 24 sks, dengan pertimbangan-pertimbangan kegiatan non akademik akhirnya sekarang aja ambil 24 sks. haha. gilak. iya gilak.

oke sekarang penjelasan tentang kegiatan non akademik apa sih? gaya bet lu, nok. haha maapin. tahun ini.....ternyata kecemplung lagi sama organisasi yang sama kayak tahun lalu, BEM FISIP UI. tanggungjawabnya jelas lebih besar, dulu staf, sekarang kepala departemen. haha. cerita dikit boleh kaaaan, ini kan blog gue, my time machine, disimpen memori-memori biar pas dibaca berasa balik ke masa lalu #halah.
tahun ini berpartner dengan Deanda Dewindaru, se-peer group pas di jurusan dan sama-sama staf juga tahun lalu. orangnya? melengkapi aku lah pokoknya haha. anaknya ceria, terbuka, gila, kocak. yang jelas punya hati, ga kayak aku yang heartless #ahelah #canda.
kami berdua dilengkapi lagi sama sepuluh orang yang lucu-lucu, pinter-pinter, hebat-hebat, moodbooster aku lah pokoknya :"3. ada Dina, Reza, Ayang, Faris, Atika, Eki, Rissa, Chelsi, Afi, dan Tasha. kalau mau kenalan bilang aja, kami kebanyakan single kok #lah

jadi buat tahun ini, pastinya bakal banyak warna warni yang tahun kemarin ga ada. mulai menata lagi selanjut2nya akan gimana, mulai berpikir lebih lagi, sering-sering nanya ke diri sendiri "kenapa? buat apa?" biar semua dilakuin dengan bener dan dengan hati.

have a great year. belum telat kan bilang ini di bulan Maret?

Selasa, 17 Desember 2013

semester 3nya mahasiswa komunikasi UI 2012

jadi, ceritanya kami lagi menghadapi UAS, yang berarti semester 3 hanya bisa diperjuangkan dalam satu minggu lagi (saja). lalu apa yang sudah terjadi? banyak. hahaha. angkatan 2012 masuk dengan adanya kurikulum baru di UI, banyak perubahan, yang ngefek juga ke senior yang ngulang. Kalau di Kom sendiri, peminatan biasanya dimulai di semester 2, tapi di angkatan 2012 baru mulai masuk peminatan di semester 4. yap, emang minggu2 ini adalah penentuan habis gini mau kemana. kami akhirnya dapet semua mata kuliah pengantar dari semua peminatan, otomatis tau juga secara kulit, ngapain aja sih peminatan A atau peminatan B. oh kamu ga tau? peminatan di komunikasi UI itu ada penyiaran (woelah ditulis pertama), humas, iklan, jurnalisme, dan kajian media. nah jadinya semester ini kami dapet semua pengantar mata kuliah tsb.

apa yang aku dapet adalah:
-akhirnya paham kenapa semua dosen kom suka nyumpahin mahasiswanya buat lulus 3,5 tahun
-ternyata kuliah di kom lebih mudah lulus dgn predikat cumlaude dibanding beberapa jurusan di FISIP, apalagi dibandingin fakultas lain
-di kom, beberapa mata kuliahnya emang bisa dinalar (contohnya komunikasi antar pribadi, yang tiap kuliah pertanyaannya kayak curhat :"" ), tapi kerjanya sangat-sangat stressful dan penuh dengan deadline
-jangan kira kerja jadi lulusan kom bisa diduitin banyak, bisa stres dan mati karena deadline (tau kasus copywriter yang meninggal stlh 3 hari kerja kan?) sih iya
-humas bukan soal manis-manis di depan klien, tapi ngurusin krisis reputasi organisasi yang kita pegang. penyiaran bukan soal syutingin artis-artis, tapi nemuin ide segar buat acara yang bagus buat ditonton masyarakat. iklan bukan soal desain-desain aja, tapi gimana nemuin cara kreatif biar orang beli produk kita (dan ga hanya dalam 1 cara, dan deadlinenya bisa cuma berapa hari). jurnal bukan soal nulis berita ngasal, tapi gimana menemukan fakta dibalik kasus yang ada. kajian media bukan soal bikin kajian doang (dikira gampang apa bikin kajian), tapi gimana bikin masyarakat cukup literate untuk mengonsumsi media yang acak adut ini.
-kita, dengan ilmu masing-masing, selalu punya tanggungjawab atas lingkungan kita.

Minggu, 15 Desember 2013

tidak apa-apa

tidak apa-apa ketika ada orang yang tidak menyukaimu.
tidak apa-apa ketika kau harus sendirian.
tidak apa-apa ketika ada orang lain yang tidak sependapat.
tidak apa-apa ketika jalan yang kau pilih itu ditentang.

tidak apa-apa ketika kita punya pilihan kita sendiri.
tidak apa-apa ketika kita punya keputusan kita sendiri.
tidak apa-apa ketika kita punya prinsip sendiri.
tidak apa-apa ketika kita punya mimpi kita sendiri.