Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 November 2023

Hutang Waktu

Kita berhutang waktu satu sama lain, katamu. Aku tertawa. Bagaimana mungkin? Aku sepakat kalau waktu memang mata uang. Kita bisa membeli kehangatan dan keintiman dengan waktu. Namun seberapa besar daya yang kita punya, selamanya hutang waktu itu tak akan bisa dibayar. Tak ada orang yang bisa memutar waktu kembali ke masa lalu, kemudian membayar semua hutang-hutang itu.

Membayar hutang waktu, katamu. Hah! Bagaimana mungkin? Coba jelaskan padaku. Kalau bisa, ayo kita bayar semua hutang-hutang itu. Waktu yang kita janjikan satu sama lain. Tapi tak ditepati.

Ayo kita hentikan waktu. Supaya tak makin bertumpuk. Hutang-hutang tak terbayar di dunia ini.

Senin, 17 Juli 2023

Kenangan

Sebenarnya nggak semua bagian dari kisah kita, bisa aku ceritakan. Maklum, aku pelupa parah. Kayaknya, hanya sejumput cerita dan kenangan yang masih aku punya?

Kalau disandingkan, barangkali kenangan yang kita punya bisa saling melengkapi. Kamu ingat yang A, aku ingat yang B.

Lucu bukan? Ternyata nggak akan pernah ada kenangan yang utuh. Yang bisa kita bawa pulang ke rumah masing-masing setelah pisah jalan. Yang, dulunya, kita kira bakal dibawa sampai menua.

Malah jadi aneh, kalau sekelibat aku melihat iklan cokelat panas yang kamu ceritakan ke aku. Yang akhirnya bikin aku lebih kecanduan, daripada kamu yang lebih dulu mencoba. Lalu aku cuma bisa tertawa. Padahal aku cuma lagi mikirin betapa macetnya jalanan ini, dan tiba-tiba melihat iklan cokelat panas di papan billboard perempatan jalan Adityawarman.

Padahal aku nggak inget apa-apa kalau lihat kotak hadiah oleh-oleh dari kamu di rumah. Aneh kan?

Apa kamu juga mengalami yang sama? Atau semua spesies yang pernah jatuh cinta mengalami ini?

Apa semut betina di meja makanku merasakan yang sama? Yang teringat kenangan lucu saat mencicip roti cokelat, padahal dia punya banyak butiran gula dari semut jantan di sarangnya.

Atau pinguin-pinguin yang setia pada pasangannya itu. Apa dia yang kesepian setelah ditinggal mati pasangannya, bakal mengingat betapa lucu beruang laut yang pernah mereka tertawakan dulu? Atau dia justru ingat sudut-sudut pasangannya terpeleset saat mencari ikan.

Memori nampaknya memang hal yang aneh. Kita kira kita mengingat sesuatu dengan baik. Tapi semakin kenangan itu diulang-ulang. Semakin terdistorsi pula kisahnya.

Jumat, 15 Mei 2015

perempuan lain dan aku

perempuan lain suka bunga mawar merah
aku suka bunga matahari

perempuan lain suka diajak ke restoran mewah
aku tak masalah kau ajak makan di warung pinggir jalan

perempuan lain akan pakai gaun untuk pergi denganmu
aku akan pakai kaus, celana jeans, dan sepatu olahraga

perempuan lain keberatan terkena angin malam karena harus naik motor
aku akan memilih naik motor karena bisa melihat langit malam dan ujung skytower









perempuan lain menyukaimu
aku mencintaimu

Senin, 09 Juni 2014

you told me that past was so much better.

you were wrong.
everything is changing every second. if it is the past which is better, then why does it become 'past' not 'present'?

i don't know why you look like hate the present. i don't know why you close your eyes and imagine the day you spent with your past, still. and i can't understand why you don't look forward. are you waiting something punch you in the face so you will open your eyes and see there is a tree in front of you? no, i don't know that i still can laugh.

all we have to do is letting it happen. new books become old books. new phone becomes stupid phone. young becomes 40s. you can't ask God to stop the time just because you like your past more than your present. there is always reason why God take it from us....because we changed and it didnt fit us anymore. because God give us better things. because God know we can let it go and be strong to accept it.

you know, the thing that happened to us are not important. guess what is more important that that? the way we see it and react to it.

i am not saying it because saying it is easy. no. because i know you listen to me. after all this time, you still.

Selasa, 11 Februari 2014

Sudah lama.

"aku bisa membuatnya"
"membuat apa?"
"itu yang kau tulis"
"ini??"
"iya, itu"
"cinta?"
"iya cinta. apa lagi?"
"kau bisa membuat cinta?"
"iya. mudah saja."
"mudah saja katamu? bagaimana caranya"
"ingat saja apa yang ia suka. hafalkan. perhatikan gerak geriknya. dan mengingatnya sesering mungkin."
"*tersenyum* *benar juga* kau sudah pernah mencobanya?"
"temanku sudah mencoba, ia yang mengajariku"
"kau berniat mencoba?"
"entahlah"
"coba lah"
"tapi..siapa?"
"aku"


"*aku sudah lama mencobanya, padamu*"

Kamis, 29 Agustus 2013

aku kepada kau

aku jatuh cinta padamu
semenjak kapan?
kenapa semua orang bisa begitu mengingat kapan mereka mulai merasakannya

aku jatuh cinta
entah apa yang ada padamu
bukan paras
hanya aura yang tak sengaja kau tinggalkan diantara kita

aku jatuh hati
bukan pada alasan-alasan yang pernah kau katakan
tetapi pada senyum yang terjatuh diantara lorong-lorong bisu

aku tertambat
bukan pada hati yang kau buang seperti umpan
tetapi pada tatapan menyenangkan yang tak terjaga

aku kecanduan
dirimu
pertanyaan-pertanyaan bodoh yang cerdas
suara tawa yang renyah
bisik-bisik yang membuatku penasaran

aku merindukan
kau
seragam putih abu-abu yang berantakan di sore hari
tas hitam lusuh yang penuh dengan buku coretan gambarmu
sepeda motor hitam dan helm hitam yang selalu menempati tempat yang sama setiap hari

jangan bertanya kenapa aku tak pernah bisa melupakan
karena kau tersimpan di dalam sini, tempat yang sama ketika aku menciptamu

*tenang aja, ini fiksi kok